Proyek LRT City Ciracas-Urban Signature Utamakan Kesehatan dan Kebersihan di Tengah Pandemi

RMco.id  Rakyat Merdeka – Berbagai penyesuaian di era new normal dilakukan PT Adhi Commuter Properti untuk proyek LRT City Ciracas-Urban Signature di Jalan Pengantin Ali, Ciracas, Jakarta Timur.

LRT City merupakan brand yang diusung Adhi Commuter Properti selaku anak usaha BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk guna memaksimalkan proyek properti berkonsep Transit Oriented Development (TOD) di jalur kereta ringan LRT yang dikembangkan Adhi Karya.

Project Director LRT City Ciracas-Urban Signature, Chaerul Annas mengatakan, penyesuaian dilakukan mulai dari pola marketing yang berubah, desain hingga penyediaan fasilitas yang disediakan juga harus adaptif dengan perubahan yang terjadi akibat pandemi corona saat ini.

“Proyek LRT City Ciracas-Urban Signature melakukan banyak adjustment khususnya terkait aspek hygiene dan healthy, safety, dan convenience dengan melakukan transformasi pada desain arsitektural pada interior, bangunan, hingga kawasannya.

Konsep ini bukan semata respon sesaat karena ada pandemi tapi memang diberlakukan seterusnya,” ujarnya.

Beberapa penerapan new normal yang dilakukan di proyek ini antara lain untuk pengelolaan sampah, penyemprotan disinfektan berkala di area publik, memperbanyak area cuci tangan touchless di area publik, lobi yang menerapkan physical distancing, tombol lift touchless dan lain sebagainya.

“Proyek ini memiliki ruang terbuka hijau (RTH) lebih dari 45 persen total luas area proyek seluas 6,2 Ha yang sangat mendukung untuk mengusung kawasan lingkungan yang sehat,” lanjut Chaerul.

Seluruh kawasannya juga dilengkapi dengan akses internet kecepatan tinggi untuk menunjang aktivitas work from home (WFH) maupun belajar di rumah.

Berbagai fitur penguatan digital juga terus dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan maupun kemudahan masyarakat mengakses produk ini cukup dari rumah.

Dilanjutkan Chaerul, di era pandemi covid-19 penguatan digital marketing terus dilakukan dan telah berhasil menghasilkan penjualan sebesar 80 persen diraih dari saluran digital.

“Secara umum kami masih optimis karena minat masyarakat khususnya untuk proyek hunian dengan konsep TOD seperti ini masih tinggi sejalan dengan harga tetap mengalami kenaikan. Mulai dari groundbreaking akhir tahun 2018 lalu hingga kini kenaikan harga sudah lebih dari 40 persen,” pungkasnya. [SRI]

Sumber: rmco.id

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you? Powered by QuadLayers