Transformasi LRT City Ciracas Merespon Pandemi Covid-19

Jakarta, Beritasatu.com – PT Adhi Commuter Properti (ACP) selaku pengembang proyek LRT City Ciracas-Urban Signature menerapkan sejumlah langkah penyesuaian sebagai respon terhadap era normal baru atau new normal di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Project Director LRT City Ciracas-Urban Signature, Chaerul Annas mengatakan, terkait wabah Covid-19 ada beberapa perubahan yang dilakukan perseroan untuk proyek berkonsep transit oriented development (TOD) di Jakarta Timur ini, dengan mengusung konsep tanggap dan tangguh bencana. Selain menerapkan protokol Covid-19, ada banyak penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang diaplikasikan untuk hunian dan kawasan sekitarnya.

“Proyek LRT City Ciracas-Urban Signature melakukan banyak adjustment khususnya terkait aspek hygiene dan healthysafety, dan convenience dengan melakukan transformasi pada desain arsitektural pada interior, bangunan, hingga kawasannya. Konsep ini bukan semata respon sesaat karena ada pandemi tapi memang diberlakukan seterusnya,” ujar Chaerul Annas dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Kamis (2/7/2020).

Annas mengatakan, beberapa penerapan new normal yang dilakukan di proyek ini antara lain untuk pengelolaan sampah, penyemprotan disinfektan berkala di area publik, memperbanyak area cuci tangan touchless di area publik, lobi yang menerapkan physical distancing, tombol lift touchless dan lain sebagainya.

Untuk fasilitas seperti jogging track, pedestrian, bicycle track, outdoor gym, kolam renang, dan fasilitas lainnya menerapkan protokol kebersihan (hygiene) yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kebugaran tubuh (healthy). “Untungnya, proyek ini memiliki ruang terbuka hijau (RTH) lebih dari 45 persen total luas area proyek seluas 6,2 hetare (Ha) yang sangat mendukung untuk mengusung kawasan lingkungan yang sehat,” tandas Annas.

LRT City Ciracas-Urban Signature, kata Annas, juga memiliki danau seluas 2.000 meter persegi (m2) yang berfungsi sebagai danau retensi sebagai area tangkap air di kawasan (zero run off). Ada juga urban farming seluas lebih dari 5.000 m2 yang bisa digunakan penghuni untuk bercocok tanam. “Hingga saat ini, urban farming di LRT City Ciracas-Urban Signature setiap bulannya bisa dipanen sayuran,” jelasnya.

Manurut Annas, di era pandemi Covid-19 penguatan digital marketing terus dilakukan dan telah berhasil menghasilkan penjualan sebesar 80 persen diraih dari saluran digital.

“Secara umum, kami masih optimistis karena minat masyarakat khususnya untuk proyek hunian dengan konsep TOD masih tinggi, sejalan dengan harga tetap mengalami kenaikan. Mulai dari groundbreaking akhir tahun 2018 lalu hingga kini kenaikan harga sudah lebih dari 40 persen,” paparnya.

Annas menambahkan, LRT City Ciracas-Urban Signature akan dibangun sebanyak lima tower dengan total 4.500 unit apartemen. Saat ini, tengah dipasarkan tower pertama, Azzure sebanyak 1.087 unit, dengan penjualan mencapai 70 persen.

Adapun sisa unit ini, akan dihabiskan hingga tower pertama ini siap diserahterimakan pada pertengahan tahun 2021 bersamaan dengan pembukaan pusat perbelanjaan yang dikonsep sebagai lifestyle mall seluas 9.300 m2.

“Kami juga optimistis kendati banyak kendala terkait pandemi, minat masyarakat masih sangat besar untuk konsep proyek TOD dengan lokasi di kawasan strategis. Terlebih, dengan segmen harga untuk kalangan menengah tapi value yang didapatkan jauh lebih banyak,” pungkas Annas.

Sumber: BeritaSatu.com

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you? Powered by QuadLayers